Kanker Paru Pada Umumnya Tak Punya Gejala Khas

Penemuan kanker paru pada stadium dini akan sangat membantu keberhasilan pengobatan. Sayangnya, penyakit paru memiliki gejala yang tidak khas sehingga sulit dikenali.

Menurut dr.Elisna Syahruddin, Ph.D Sp.P(K), gejala kanker paru yang perlu diwaspadai antara lain batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, napas sesak, serta nyeri dada.

“Batuk yang agak lama memang bisa disebabkan karena alergi atau penyakit lain. Tapi biar itu dokter yang memastikan. Kalau termasuk kelompok beresiko tinggi sebaiknya langsung ke dokter paru,” kata Elisna dalam acara diskusi bertema Tantangan Diagnosis Dini dan Harapan Hidup Kanker Paru di Indonesia yang diadakan di Jakarta (10/2/2017).

Waspadai pula jika mengalami penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas.

Gejala-gejala kanker paru mirip dengan penyakit gangguan paru lain, seperti tuberkulosis, pneumonia, atau pun penyakit paru obstruksi kronis. Untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan paru.

“Pada orang yang beresiko tinggi perlu perlakuan khusus jika mengalami gejala-gejala batuk lama atau nyeri dada. Bisa dilakukan pemeriksaan CT-scan dan itu ditanggung BPJS,” ujar Elisna.

Menurut judi casino terpercaya Mereka yang termasuk beresiko tinggi terkena kanker paru adalah perokok, baik perokok aktif atau pasif, berusia di atas 40 tahun, serta di keluarga ada yang pernah terkena kanker.

Menurut Dr.Niken Wastu Palupi, MKM, Kasubdit Pengendalian Penyakit Kanker Kemenkes, sebenarnya sudah ada program deteksi dini kanker paru dari Kementrian Kesehatan.

“Untuk kelompok beresiko akan diberikan edukasi dan cek paru berupa foto toraks. Sementara yang kelompok beresiko tinggi akan dicek paru untuk memastikan apakah ada TB paru atau bukan. Jika memang TB paru bisa langsung diobati. Sedangkan untuk kelompok tidak beresiko akan diberi edukasi gaya hidup sehat,” kata Niken.

Kanker paru merupakan penyumbang insiden kanker pada laki-laki tertinggi di Indonesia dan penyumbang kasus kelima pada perempuan. Meski begitu, kanker paru jadi penyebab pertama kematian akibat penyakit kanker pada laki-aki atau perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *